Friday, March 13, 2009

Tajam Hujanmu


Disela waktu senggang, saya dihadiri pelbagai aktiviti yang memerlukan tenaga bukan kepalang sedikit untuk dicurahkan. Namun yang penting, saya gembira melakukannya. Tambahan pula disana senantiasa ada teman-teman yang hendak bekerjasama dan pensyarah yang memberi semangat. Sayang semuanya...

Setiap kali menjayakan aktiviti ini, payung dan hujan adalah perkara lumrah bagi saya. Kadang-kadang saya ditimpa hujan juga kerana terlupa membawa payung.

Ketika ditimpa hujan, saya semakin memahami akan puisi Sapardi Djoko Domono, Tajam Hujanmu. Malah, ada semacam diri ini diantara bait-baitnya...



TAJAM HUJANMU


tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arlogi yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
deras dinginmu
sembilu hujan


Sapardi Djoko Domono
Kumpulan Sajak "Perahu Kertas"
1982

***Photo Credit: esinophile.files.wordpress.com/2008/08/umbrel..

3 comments:

Isma Ae said...

Lama saya mencari sajak ini, sajak hujan.Rupanya di sini.

ainunl.muaiyanah said...

sudah disihir kata oleh sapardi?

hehe

hani salwah yaakup said...

Isma Ae,

saya pun ambil sajak penyair kegemaran saya, sapardi djoko domono

Yana,

K Hani bukan saja disihir malah dimagis, terpukau, terpaku dan ter ter yang lain...haha.

k hani kini semakin mengerti tentang setiap jenis hujan. malah sedang mempelajari erti gugurnya daun pula...

ah...perasaan itu sangat asyik dong!