Showing posts with label Mutiara Kata. Show all posts
Showing posts with label Mutiara Kata. Show all posts

Thursday, July 30, 2009

Sebuah Kata-kata Rumi


Pilihlah cinta,
Ya cinta!
Tanpa manisnya cinta, hidup ini adalah beban.
Tentu engkau telah merasakannya


~Jalaludin Rumi~

Tuesday, June 17, 2008

Lagu Buluh Mensiang (The Song of the Reed)

Jalal ad-Din Muhammad Balkhi-Rumi

Puisi ini menarik perhatian saya ketika sedang ralit melihat bahan pameran di Muzium Kesenian Islam, Malaysia. Puisi "The Song of the Reed" atau dalam terjemahannya yang sempat saya salin ke telefon genggam, "Lagu Buluh Mensiang". Disini saya perturunkan kedua-dua versi puisi yang sempat saya lihat di dewan pameran muzium. Pada pendapat anda, puisi ini lebih "murni" dan "indah" di dalam bahasa yang mana satu? (Maaf, versi bahasa Parsi yakni bahasa aslinya tidak dapat saya tempel di sini kerana saya juga kurang arif bahasa berkenaan). ;-)



Dengarkan coretan buluh mensiang
dan kisah yang menceritakannya,
ia menyanyi tentang perpisahan:

"sejak mereka memisahkan aku dari rumpun mensiang,
aku mahukan hati yang terbuka dengan kerinduan,
siapa sahaja yang dipisahkan dari tempat asalnya,
ingin pulang ke pangkuan itu semula..."

(Lagu Buluh Mensiang, Rumi, Masnawi 1, 1-35)



Listen to the reed (flute),* how it is complaining!
It is telling
about separations,

(Saying), "Ever since I was severed from the reed field,
men
and women have lamented in (the presence of) my shrill cries.

"(But) I want a heart (which is) torn, torn from separation,
so that
I may explain* the pain of yearning."

(The Song of the Reed, Rumi, Masnawi 1, 1-35)


* Image credit to www.sheilaomalley.com/archives/rumi.JPG

Friday, May 09, 2008

Sepotong Kata-kata...


Cintailah sesuatu itu sekadar saja, berkemungkinan ia akan menjadi kebencianmu pada suatu ketika, bencilah yang engkau benci itu sekadar saja, berkemungkinan ia akan menjadi kecintaanmu pada suatu ketika

Maksud Hadis

"Dipetik dari, Yang Bernama Cinta: Koleksi Mutiara Kata Dari Zaman Ke Zaman--Susunan; A Karim Hj Abdullah"

Wednesday, October 10, 2007

Gurindam Jiwa


Tuai padi antara masak,
Esok jangan layu-layuan,

Intai kami antara nampak,

Esok jangan rindu-rinduan